Rabu, 05 Juni 2013

PENTINGNYA KESADARAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL


KARYA TULIS
PENTINGNYA KESADARAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL
UNTUK SYARAT MEMENUHI MATA KULIAH
“PERSPEKTIF GLOBAL”

Oleh
IHSAN RAMADAN
NIM F32110022

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN PENDIDIKAN DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2011


KATA PENGANTAR
Alhamdulillahhirrobbil’alamiin, segala puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan karya tulis ini dengan penuh kemudahan. Tanpa kesuliatan yang berarti.
Karya tulis ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang pentingnya perspektif global yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Karya tulis ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari ALLAH akhirnya karya tulis ini dapat terselesaikan.
Semoga karya tulis ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan bermanfaat bagi pembaca. Karya tulis ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon saran dan kritiknya untuk perbaikan di masa yang akan datang. Terima kasih.



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR                                                                                                           i
DAFTAR ISI                                                                                                                         ii
BAB I            PENDAHULUAN                                                                                          1
                      Latar Belakang                                                                                                1
                      Tujuan Penulisan                                                                                              1
BAB II           ISI                                                                                                                  2
                      Pengertian Globalisasi                                                                                      2
                      Arti Pentingnya Globalisasi Bagi Indonesia                                                       3
                      PENDIDIKAN GLOBAL                                                                              3
                      TRANSFORMASI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL        4
                      GEOGRAFI DALAM PERSPEKTIF GLOBAL                                            6
BAB III         KESIMPULAN                                                                                              9
                      DAFTAR PUSTAKA                                                                                     10



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan di Indonesia menjadi masalah pada saat ini. Peningkatan kualitas pendidikan bagi suatu bangsa, bagaimanapun mesti diprioritaskan. Sebab kualitas pendidikan sangat penting artinya, karena hanya manusia yang berkualitas saja yang bisa bertahan hidup di masa depan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk peningkatan kualitas pendidikan tersebut adalah dengan pengelolaan pendidikan dengan wawasan global.

1.2  Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai wahana untuk introspeksi diri agar masyarakat sadar akan pentingnya pendidikan pada saat ini, terutama pendidikan yang berwawasan global.





BAB II
ISI
2.1 Pengertian Globalisasi
Theodore Levitte merupakan orang yg pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985. Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.
Beberapa pengertian mengenai globalisasi berikut ini :
1.      Globaliasi dapat diartikan sebagai proses masuknya keruang lingkup dunia.
2.      Globalisasi adalah sebuah perubahan sosial, berupa bertambahnya keterkaitan di antara dan elemen-elemennya yang terjadi akibat dan perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional.
3.      Globalisasi adalah proses, di mana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain.
4.      Globalisasi adalah proses meningkatnya aliran barang, jasa, uang dan gagasan melintasi batas-batas negara.
5.      Globalisasi adalah proses di mana perdagangan, informasi dan budaya semakin bergerak melintasi batas negara.
6.      Globalisasi adalah meningkatnya saling keterkaitan di antara berbagai belahan dunia melalui terciptanya proses ekonomi, lingkungan, politik, dan pertukaran kebudayaan.
7.      Globalisasi merupakan gerakan menuju terciptanya pasar atau kebijakan yang melintasi batas nasional.
Sartono Kartodirjo berpendapat bahwa proses globalisasi sebenarnya merupakan gejala sejarah yang telah ada sejak jaman prasejarah. Beberapa contoh antara lain bangsa-bangsa dari Asia ke Eropa, ke Amerika, dari Asia ke Nusantara, dan lain-lain. Berdasarkan tinjauan sejarah, Indonesia sebenarnya telah lama mengalami proses globalisasi.
2.2 Arti Pentingnya Globalisasi bagi Indonesia
Globalisasi memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia yang sedang membangun yaitu dengan mengambil manfaat dari kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa atau negara lain, untuk diterapkan di Indonesia. Sudah barang tentu tidak semua kemajuan yang dialami bangsa lain akan kita ambil atau kita tiru begitu saja. Indonesia seharusnya hanya akan mengambil kemajuan dari sisi positifnya saja, baik itu kemajuan di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, maupun teknologi.
Untuk itu nilai-nilai Pancasila harus kita gunakan sebagai penyaring dari nilai yang diambil, karena nilai-nilai Pancasila sesuai dengan situasi dan kondisi dari bangsa Indonesia. Pancasila bersumber dari agama dan adat istiadat yang digali dari bumi Indonesia.
2.3 PENDIDIKAN GLOBAL
Peningkatan kualitas pendidikan bagi suatu bangsa, bagaimanapun mesti diprioritaskan. Sebab kualitas pendidikan sangat penting artinya, karena hanya manusia yang berkualitas saja yang bisa bertahan hidup di masa depan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk peningkatan kualitas pendidikan tersebut adalah dengan pengelolaan pendidikan dengan wawasan global. Apa pentingnya wawasan ber-perspektif global dalam pengelolaan pendidikan?
Perspektif global merupakan pandangan yang timbul dari kesadaran bahwa dalam kehidupan ini segala sesuatu selalu berkaitan dengan isu global. Orang sudah tidak memungkinkan lagi bisa mengisolasi diri dari pengaruh global. Manusia merupakan bagian dari pergerakan dunia, oleh karena itu harus memperhatikan kepentingan sesama warga dunia. Tujuan umum pengetahuan tentang perspektif global adalah selain untuk menambah wawasan juga untuk menghindarkan diri dari cara berpikir sempit, terkotak oleh batas-batas subyektif, primordial (lokalitas) seperti perbedaan warna kulit, ras, nasionalisme yang sempit, dsb.
Dengan demikian pentingnya (urgensi) wawasan perspektif global dalam pengelolaan pendidikan ialah sebagai langkah upaya dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. Hal ini dikarenakan seperti yang telah dituliskan sebelumnya, dengan wawasan perspektif global kita dapat menghindarkan diri dari cara berpikir sempit dan terkotak-kotak oleh batas subyektif sehingga pemikiran kita lebih berkembang. Kita dapat melihat sistem pendidikan di negara lain yang telah maju dan berkembang. Serta dapat membandingkannya dengan pendidikan di negara kita, mana yang dapat diterapkan dan mana yang sekerdar untuk diketahui saja. Kita bisa mencontoh sistem pendidikan yang baik di negara lain selama hal itu tidak bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia. Tentu kita masih ingat dulu ketika Malaysia mengimpor guru-guru dari Indonesia untuk mendidik anak-anak mereka. Namun kini justru Malaysia-lah yang lebih maju pendidikannya dari negara kita. Apa yang salah? Kalau boleh dikatakan, bahwa mereka mau belajar dan mempelajari serta terus meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Salah satunya yaitu dengan melihat kondisi di sekitarnya (negara lain, Indonesia).
Dengan demikian wawasan ber-perspektif global sangatlah penting dalam pengelolaan pendidikan. Penerapan Pengelolaan Pendidikan dengan Wawasan Ber-Perspektif Global di Indonesia.
2.4 TRANSFORMASI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL
Problematika pendidikan Indonesia dewasa ini saling timpang tindih. Hal ini seiring dengan konteks zamannya dan hingga sekarang masih diyakini sebagai aspek penting kehidupan bangsa untuk dijadikan strategi dalam mengangkat derajat manusia Indonesia melalui pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Meskipun hingga kini dunia pendidikan kita dililiti persoalan-persoalan yang dilematis dan belum terselesaikan secara menyeluruh.
Mengingat fenomena masyarakat dewasa ini yang tidak terlepas dari kehidupan masyarakat global dengan segala tantangan perkembangan zaman. Oleh karena itu, penting kiranya dunia pendidikan perlu melaksanakan kontekstualisasi dalam upaya transformasi untuk merevitalisasikan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terkover dalam dunia pendidikan kita.
Kedatangannya, arus global menjadi pergulatan sengit pendidikan kita yang menjadi genting untuk terbawa arus tersebut. Realitannya, globalisasi bisa menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) tinggi dan juga bisa menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) rendah. Semakin seorang kuat keinginannya, semakin mudah jalannya karena globalisasi. Sebagaimana bangsa Indonesia tentu sudah sepantasnya memiliki rasa tanggung jawab terhadap masa depan generasi (anak bangsa) sehingga mereka mampu membentengi diri dalam menghadapi globalisasi dan membawanya kepeningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Saat ini, coba kita ingat kembali bahwa transformasi kurikulum kita dari CBSA hingga KTSP merupakan perwujudan dari transformasi. Hal ini untuk menciptakan peserta didik agar memiliki kesadaran kritis dalam melihat kenyataan-kenyataan dalam kehidupan global dengan memperhatikan nilai-nilai humanis yang ada. Orientasinya, bukan kecerdasan semata, atau keterampilan saja namun diarahkan siap menghadapi persoalan-persolan global yang menjadi persoalan umat manusia.
Secara signifikan, posisi pendidikan menempati model pendidikan yang dilakukan secara sadar dan terencana dengan baik dalam mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan konteks zaman yang dihadapinya. Katakan saja, Pendidikan Transformatif mengajarkan pendidikan yang tidak bersifat stagnasi (kemandekan).
Sebagai langkah strategis, dunia pendidikan harus melakukan rekonstruksi pemikiran menuju pemikiran yang lebih transformatif dan berwawasan global, yakni sebuah pemikiran yang mampu membaca kondisi riil masyarakat di dunia global saat ini yang di antaranya peluang dan tantangannya dalam keberlangsungan hidup manusia serta mampu mengambil sikap yang berwawasan masa depan dengan tetap mengawali nilai-nilai humanis dalam pendidikan.
Selanjutnya, dalam konteks pendidikan kritis peserta didik dibimbing supaya struktur sosial, ekonomi, budaya, agama dan politik tidak diterima begitu saja, tetapi justru dipersoalkan, pendidikan menolong peserta didik mengkritik kenyataan struktural yang tidak adil. Perlu dipahami bahwa pendidikan kritis itu merupakan revolusi teori dan praktik dalam pendidikan. Sedangkan pendidikan kritis memiliki ciri umum yakni, adanya dialog antara pendidik dan peserta didik, kontruksi sosial sebagai sumber ilmu pengetahuan, pendidikan sebagai pembebasan dari sebuah sistem, dan pendidikan sebagai wujub perjuangan.
2.5 GEOGRAFI DALAM PERSPEKTIF GLOBAL
Dalam kehidupan yang semakin berkembang, manusia sebagai pengembang dan pengaplikasi ilmu pengetahuan terus mengalami tantangan. Tantangan tersebut tidak hanya muncul karena kebutuhan yang semakin beragam dan komplek, tapi juga bumi semakin terbatas daya dukungnya untuk menampung kehidupan itu sendiri.
Globalisasi merupakan satu fakta yang tidak dapat dihindarkan, akibat dari kemajuan pemikiran manusia. Karena itu merupakan suatu produk yang siap terdesiminasikan tanpa batas waktu dan ruang, maka pengetahuan, wawasan, keterampilan, sikap dan perilaku penerima perlu dipersiapkan agar tidak tercipta culurlag atau culturshock wahana yang peling tepat untuk mensosialisasikan, memfilterisasi, dan mengantisipasi berbagai produk globalisasi adalah pendidikan. Pendidikan geografi mempunyai kemampuan untuk memberikan wawasan global tentang bangsa-bangsa didunia secara terintegrasi antara aspek fisikal, sumber daya dan sosial budaya penduduknya serta dinamikanya.
Globalisali dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, khususnya bagi negara-negara yang tidak siap, seperti negara-negara berkembang. Lagi pula nilai-nilai yang bersifat lokalit yang telah hidup dan berkembang ratusan tahun dimasyarakat mempunyai keunggulan dan keunikan dalam hal-hal tertentu. Karena itu “glokalisasi” atau glocalization, yang berarti globalization with local flavour, seyogiana digalakkan. Karena itu pula sekolah bersama-sama dengan pendidikan informal dan nonformal menjadi sangat penting dalam memberikan pemahaman indahnya keragaman, kelestarian keunikan dan keunggulan lokal. Geografi tidak hanya memberikan wawasan global, tapi juga diimbangi dengan mengenal potensi lokal secara terintegrasi, sehingga disamping mampu memfilterisasi dampak negatif dari globalisasi juga dapat melestarikan nilai-nilai keunggulanm lokalit suatu bangsa.
Bencana atau peristiwa yang menyebabkan kerusakan khususnya kerusakan lingkungan telah lama ada sejak jaman dulu, bahkan telah ada dengan seiring pembentukan bumi itu sendiri. Namun peristiwa itu tidak banyak menimbulkan masalah selama terjadi pada tempat yang tidak dihuni oleh manusia. Bencana alam dirasakan menjadi sumber malapetaka, di saat menimpa tempat yang banyak penduduknya. Bencana baik yang berupa alam maupun akibat ulah manusia banyak menimbulkan berbagai penderitaan dan kerugian, karena itulah muncul pengelolaan penanganan bencana atau yang lebih dikenal dengan mitigasi bencana.
Mitigasi merupakan kewajiban berbagai pihak, baik itu para ahli, pemerintah, maupun masyarakat secara luas. Pengenalan dan pemahaman bencana, proses terjadinya, menilai tingkat bahaya merupakan pekerjaan para ahli seperti ahli gunung api, hidrologi, klimatologi, kosmografi/astrologi, seismologi, tsunami, geografi, dan sebagainya. Pemerintah mempunyai peran strategis untuk mendesiminasikan pemahaman tersebut dan mengkoordinasikan penanggulangan bencana. Para ahli lainnya, seperti ahli bangunan, antropolog, sosiolog, medis, pendidikan ilmu kemasyarakatan lain mampu mengaplikasikan berbagai ilmunya untuk mengantisipasi, mensosialisasikan dan merekayasa.
Mengingat permukaan bumi sangat luas, fakta yang ada sangat banyak dan rumit, maka dalam mengkaji fakta perlu alat atau media yang dapat memvisualkan dan menyerdehanakan kenampakan tersebut. Karena itulah dibutuhkan peta atau alat perekam data lainnya seperti foto udara, citra dan sebagainya. Tumpang susun (overlay), peta, foto, atau citra memungkinkan suatu fakta dianalisis kaitannya dengan fakta lain. Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis komputer sangat memungkinkan data diolah dan ditampilkan untuk berbagai tujuan pembangunan. Mempelajari permukaan bumi juga seringkali harus diikuti dengan perjalanan-perjalanan, baik sebagai cara pembuktian suatu fakta maupun sebagai penjajangan masalah keruangan.
Peran suatu ilmu terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi manusia. Sebagai ilmu yang cukup tua, peran Geografi terus ditantang untuk lebih bermakna bagi kesejahteraan manusia dan kelestarian bumi, memerlukan pemahaman yang terintegrasi antara aspek manusia dan alam sebagai suatu kesatuan. Pandangan yang pragmatis atau parsial hanya akan menguntungkan atau merugikan salah satu diantaranya


BAB III
3.1 KESIMPULAN
            Meskipun tergolong masalah yang klasik, peran suatu ilmu terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi manusia. Oleh karena itu, penting kiranya dunia pendidikan perlu melaksanakan kontekstualisasi dalam upaya transformasi untuk merevitalisasikan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terkover dalam dunia pendidikan kita.
    
3.2 DAFTAR PUSTAKA
Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. (2007).  ILMU DAN APLIKASI PENDIDIKAN Bagian III: Pendidikan Disiplin Ilmu. Jakarta: Grasindo.


 
   














 

Tidak ada komentar: